بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…ٰÙ†ِ الرَّحيمِ

Ads Here

Selasa, 14 Januari 2020

Penggunaan metode pembelajaran menurut Al-qur'an


Al-Qur’an menjelaskan bahwa pentingnya media, metode ataupun strategi dalam memberikan pelajaran kepada peserta didik. sebagaimana terkandung dalam surat An-Nahl (16): 125.
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Surat An-Nahl ayat 125 di atas menjelaskan bahwa Allah menyerukan kepada manusia dengan menggunakan thoriqoh atau cara yang baik tanpa berbantah-bantahan agar manusia tidak tersesat dan mendapat petunjuk. Jika maksud dari surah an-Nahl ayat 125 ialah menyerukan manusia dengan thoriqoh atau cara yang baik, maka dalam dunia pendidikan surah tadi menunjukkan bagaimana seharusnya cara atau metode mengajar yang baik kepada peserta didik.
Analisis tafsir dari surah an-Nahl ayat 125 menunjukkan ada tiga metode dalam mendidik, yaitu:
1.      Bil Hikmah (بالحكمة)
Metode hikmah yaitu bagaimana guru sebagai pendidik menyampaikan pelajaran dengan benar, baik dan jelas. Pembelajaran yang mewujudkan suasana kondusif yang memungkinkan terjadinya interaksi edukatif yang mendorong semangat belajar peserta didik sehingga dapat menerima dan memahami pelajaran, serta terwujudnya komunikasi yang baik antara guru dan peserta didik. Untuk itu, guru dituntut menguasai keadaan dan kondisi peserta didik di kelas dengan mengetahui karakteristik peserta didik dengan baik sehingga guru dapat menentukan straregi pembelajaran dan mengolah materi yang akan disampaikan dengan tepat agar memudahkan peserta didik memahami pelajaran.
2.      Metode Mau'idhotil hasanah (والموعضة الحسنة)
Mau'idhotil hasanah diartikan pendidikan yang baik. Yakni pendidikan yang diberikan melalui nasehat dan peringatan yang baik dan benar, perkataan lemah lembut dan keikhlasan hati. Nasehat yang diberikan dengan kelembutan dan kasih sayang. Menghindari bentakan dan kekerasan serta menjauhi tindakan yang dapat berpengaruh pada fisik ataupun bathin peserta didik. Anak atau peserta didik cenderung belajar melalui mengikuti atau menirukan. Hal ini menunjukan pendidikan yang baik itu seharusnya selain guru memberikan nasehat dengan cara yang baik dan guru juga harus menjadi teladan yang baik yang akan dilihat dan ditirukan oleh peserta didik.
3.      Metode Jidal (جادلهم بالتى هي احسن)
Jidal berasal dari kata jadala artinya bertukar pikiran (berdialog), saling menyampaikan pendapat dan pemikiran. Dalam proses pembelajaran guru dapat mengadakan kegiatan tanya jawab dan diskusi. Melalui kegiatan tanya jawab guru dapat merangsang perhatian peserta didik dengan stimulus yang menarik bagi peserta didik terkait pelajaran yang telah diajarkan maupun pelajaran yang akan diajarkan. Kemudian melalui kegiatan diskusi akan mengajarkan peserta didik bagaimana menyampai tanggapan atau pertanyaan dengan baik, menghargai pendapat orang lain, dan menjadi pendengar yang baik. Serta akan melatih peserta didik bagaimana menyampaikan pertanyaan atau pendapat dengan baik, bagaimana menanggapi pendapat orang lain dan belajar memecahkan masalah melalui diskusi. Dengan kegiatan diskusi ini, pembelajaran akan berjalan aktif dengan berpusat pada peserta didik sehingga pembelajaran akan berkesan bagi peserta didik.
Tiga metode diatas menunjukkan bahwa pendidikan yang diajarkan dengan cara yang baik itu dimana dalam proses pembelajaran seharusnya diwujudkan dengan suasana yang kondusif dan komunikatif sehingga menimbulkan semangat dan minat peserta didik dalam belajar serta memudahkan dalam memahami pelajaran. Pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif, menemukan masalah, kemudian belajar memecahkan masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar